Berikut adalah 10 Adab Berbicara Menurut Islam. Dari sepuluh adab berbicara menurut Islam
ini, akan lebih baik jika kita bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan
kita. Silahkan diserap agar bisa memperkaya khasanah pemahaman agama
kita.
1. Semua pembicaraan harus kebaikan, dan menghindari mengucapkan yang
bathil. ‘Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kata yang diridhoi
Allah SWT yang ia tidak mengira akan mendapatkan demikian, sehingga
dicatat oleh Allah SWT keridhoanNya bagi orang tersebut sampai Hari
Kiamat. Dan seorang lelaki mengucapkan satu kata yang dimurkai Allah SWT
yang tidak dikiranya akan demikian, maka Allah SWT mencatatnya yang
demikian itu sampai Hari Kiamat.’ (HR Tirmidzi dan ia berkata hadith
hasan shahih; juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah)
2. Berbicara dengan jelas dan mudah dipahami.
3. Tidak berlagak atau dengan cara yang sombong
4. Menghindari terlalu banyak berbicara sehingga membosankan.
5. Mengulangi kata-kata yang penting jika dibutuhkan
6. Menghindari dusta
7. Menjauhi Debat Kusir. ‘Tidaklah sesat suatu kaum setelah mendapatkan
hidayah untuk mereka, melainkan karena terlalu banyak berdebat.’ (HR
Ahmad dan Tirmidzi) dan dalam hadist lain disebutkan sabda Nabi SAW:
‘Aku jamin rumah di dasar surga bagi yang menghindari berdebat sekalipun
ia benar, dan aku jamin rumah di tengah surga bagi yang menghindari
dusta walaupun dalam bercanda, dan aku jamin rumah di puncak surga bagi
yang baik akhlaqnya.’ (HR Abu Daud)
8. Menjauhi kata-kata keji, mencela dan melaknat. ‘Bukanlah seorang
mukmin jika suka mencela, melaknat dan berkata-kata keji.’ (HR Tirmidzi
dengan sanad shahih)
9. Menghindari menceritakan aib orang dan saling memanggil dengan gelar yang buruk.
10. Menghindari ghibah dan mengadu domba.
11. Berhati-hati dan adil dalam memuji, berdasarkan hadist Nabi SAW dari
Abdurrahman bin Abi Bakrah dari bapaknya berkata: ‘Ada seseorang yang
memuji orang lain di depan orang tersebut, maka Nabi SAW bersabda,
‘Celaka kamu, kamu telah mencelakakan saudaramu!’ Lalu beliau (Nabi SAW)
bersabda, ‘Jika ada seseorang ingin memuji orang lain di depannya maka
katakanlah: Cukuplah si Fulan, semoga Allah mencukupkannya, kami tidak
mensucikan seseorang pun disisi Allah, lalu barulah katakan sesuai
kenyataannya.’ (HR Muttafaq ‘alaih, dan ini adalah lafazh Muslim)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment